Bertempat di gedung PUSDAI Bandung, Jumat 30 Juli 2026, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menerima dan menyambut hangat rombongan ICMI Orda Kota Cimahi dalam agenda silaturahmi dan diskusi penguatan kolaborasi pemberdayaan umat.
Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk membahas peluang sinergi antara BAZNAS RI dan ICMI Orda Kota Cimahi dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat, khususnya krisis persampahan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi berbasis filantropi Islam.
Dalam kesempatan tersebut, ICMI orda Cimahi memaparkan gagasan kolaborasi melalui model MASAGI (Model Aksi Sinergi Gerakan Inovasi), sebuah ekosistem pemberdayaan umat berbasis ekonomi sirkular yang mengintegrasikan pengelolaan sampah organik, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi masyarakat melalui Program I-MING (Integrated Farming Cimahi) dan Z-Corner BAZNAS.
Kota Cimahi salah satu kota terpadat di Jawa Barat dengan 614.000 jiwa penduduk pada luas wilayah hanya 40 km² (Investment Summary Integrated Farming Cipageran, 2026) menghadapi dua krisis struktural yang saling berkelindan: krisis persampahan dan kerapuhan ketahanan pangan.
Sebagai kota tanpa lahan produksi pangan yang memadai, Cimahi memasok kebutuhan protein hariannya dari luar daerah ayam dari Ciamis dan Cianjur, telur dari Blitar, lele dari Subang dan Indramayu dengan rantai pasok panjang yang menimbulkan penyusutan bobot hidup 3–5% dan volatilitas harga.
Sementara itu, TPA Sarimukti — satu-satunya tempat pembuangan akhir bagi seluruh Bandung Raya (8,6 juta jiwa) telah menerima sekitar 1.750 ton sampah campuran per hari, dan pada bulan Oktober 2026 akan ditutup permanen. Pemerintah Kota Cimahi telah menetapkan Status Tanggap Darurat Sampah sejak April 2025.
MASAGI (Model Aksi Sinergi Gerakan Inovasi) adalah kerangka kolaborasi strategis yang diusulkan ICMI Orda Kota Cimahi kepada BAZNAS RI untuk menjawab kedua krisis tersebut sekaligus, melalui satu ekosistem pemberdayaan umat berbasis ekonomi sirkular.

MASAGI menaungi dua program utama yang saling terintegrasi: I-MING (Integrated Farming Cimahi) model peternakan-pertanian-perikanan terpadu berbasis biokonversi maggot Black Soldier Fly (BSF), mengubah sampah organik kota menjadi pakan ternak, pupuk organik, dan sumber protein segar (telur, ayam, lele) bagi warga dan mustahik.
Z-CORNER BAZNAS × ICMI CIMAHI, flagship ruang publik BAZNAS di Kota Cimahi yang diperkuat kolaborasi ICMI sebagai community hub edukasi ZISWAF, inkubasi UMKM, dan etalase produk I-MING dan tempat pelatihan.
Model ini diharapkan mampu menjadikan sampah sebagai sumber daya produktif yang menghasilkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Ketua BAZNAS RI menyampaikan apresiasi atas gagasan yang dibangun ICMI Orda Kota Cimahi. Beliau membuka ruang kolaborasi dan meminta agar konsep tersebut dituangkan dalam proposal yang komprehensif sebagai dasar tindak lanjut kerja sama.
Hal ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan model pemberdayaan umat yang tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, serta mengoptimalkan pendayagunaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) secara produktif.
Rombongan ICMI Orda Kota Cimahi dipimpin oleh Dr. H. Eki Baihaki, M.Si., Sekretaris ICMI Orda Kota Cimahi, Dosen Pascasarjana UNPAS, didampingi Erwin Setiawan, SH,I Dewan Pakar ICMI orda Cimahi bidang Filantropi Islam,
H. Nunuh Setia Permana, S.H., Ketua Divisi Kewirausahaan dan Kesejahteraan Umat ICMI Orda Kota Cimahi, seorang pengusaha muslim yang memiliki komitmen kuat dalam pengembangan filantropi Islam produktif. Bapak Arief selaku Ketua Divisi Lingkungan Hidup ICMI Orda Kota Cimahi yang tengah mengembangkan program Integrated Farming
Turut hadir dalam pertemuan tersebut H. Totong Solehudin, Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi, didampingi Agustus, staf Dinas Sosial Kota Cimahi. Hadir pula pengurus ICMI lainnya Yani Suwandi, Ali Sadikin, Hanindyo, Agus Permadi dan Dadi Iskandar sebagai bagian dari tim pengembangan program.
Silaturahmi ini diharapkan menjadi tonggak lahirnya kolaborasi strategis antara BAZNAS RI, ICMI Orda Kota Cimahi, Pemerintah Kota Cimahi, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, dalam mewujudkan ekosistem pemberdayaan umat yang berkelanjutan sekaligus menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan lingkungan, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat. Semoga !
(Ridha Fadhila_Humas ICMI orda Cimahi)












