Gagasan inovatif Smart Garden Literasi Festival 2026 berawal dari diskusi strategis pada 14 Juli 2026 di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat di Jalan Soekarno Hatta Bandung.
Pertemuan yang dihadiri Kepala Dispusipda Jabar, Drs. H. Kusmana Hartadji, M.M., bersama jajaran dan perwakilan ICMI Orda Cimahi Dr. Eki Baihaki, M.Si., Hanindyo, S.S., M.Si., Nunuh Kurnia Permana, S.H., dan Agus Permadi.
Forum ini menjadi ruang lahirnya inisiasi visi bersama bahwa literasi harus melampaui batas-batas tradisional sebagai aktivitas hanya membaca dan menulis, dapat dikonstruksi menjadi kekuatan transformasi yang mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
Dari dialog yang kaya gagasan tersebut lahirlah komitmen untuk menghadirkan Smart Garden Literasi Festival 2026 sebagai gerakan kolaboratif yang mengusung konsepsi Literasi Berdampak.
Festival ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda seremonial, melainkan sebagai ekosistem pembelajaran yang menyenangkan menghubungkan ilmu pengetahuan dengan aksi nyata.
Ruang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, serta menggerakkan inovasi untuk melahirkan solusi atas persoalan lingkungan, memperkuat ketahanan sosial, dan meneguhkan nilai-nilai kebangsaan.
Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, festival ini diharapkan menjadi model gerakan literasi yang tidak hanya mencerdaskan kehidupan masyarakat, tetapi juga menginspirasi lahirnya peradaban Indonesia yang lebih hijau, harmonis, inklusif, dan berdaya saing.
Masyarakat yang memiliki budaya literasi yang kuat akan lebih mampu belajar sepanjang hayat, beradaptasi terhadap perubahan, dan berkontribusi dalam membangun peradaban yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, Festival Literasi bukan sekadar rangkaian kegiatan atau perayaan budaya membaca. Festival Literasi merupakan ruang perjumpaan gagasan, kolaborasi, kreativitas, dan aksi bersama yang mempertemukan pemerintah, akademisi, pegiat literasi, komunitas, dunia usaha, media, dan masyarakat dalam suasana menyenangkan.
Smart Garden Festival Literasi 2026 mengusung semangat Literasi Berdampak, yaitu paradigma baru yang menempatkan literasi bukan sekadar aktivitas membaca, menulis, atau mengakses informasi, melainkan sebagai kekuatan transformasi yang melahirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan kehidupan.
Literasi harus mampu menggerakkan kesadaran, membentuk karakter, menginspirasi inovasi, dan mendorong aksi kolektif untuk menjawab tantangan lingkungan, sosial, dan kebangsaan.
Dengan demikian, Smart Garden Festival Literasi 2026 bukan sekadar sebuah festival, tetapi menjadi gerakan perubahan sosial yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan aksi nyata.
Festival ini menghadirkan ruang kolaborasi untuk membuktikan bahwa literasi yang berdampak adalah literasi yang mampu menghadirkan solusi, memperkuat ketahanan masyarakat, dan menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia yang maju, hijau, harmonis, dan berdaya saing.
Pada akhirnya, Smart Garden Festival Literasi 2026 diharapkan menjadi model gerakan literasi berbasis kolaborasi yang mampu memperkuat ekosistem literasi di Jawa Barat.
Festival ini menjadi ruang bertemunya ilmu pengetahuan, budaya, inovasi, kepedulian sosial, dan aksi nyata dalam membangun masyarakat yang cerdas, berkarakter, adaptif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kebangsaan.
Untuk memperkaya perspektif tersebut, festival akan menghadirkan Popong Otje Djundjunan, atau biasa dipanggil Ceu Popong selaku Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Jawa Barat sebagai narasumber.
Melalui pengalaman dan pemikirannya, beliau akan berbagi mengenai pentingnya merawat kebangsaan melalui budaya literasi, memperkuat semangat pembauran, serta membangun harmoni di tengah keberagaman sebagai modal sosial dalam mewujudkan Indonesia yang maju, damai, dan berkeadaban.
Dengan demikian, setiap aktivitas literasi diharapkan menghasilkan perubahan nyata yang meningkatkan kualitas hidup, memperkuat ketahanan sosial, serta mendorong terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan.
Dr. Eki Baihaki, M.Si (dosen Magister Komunikasi Pascasarjana UNPAS dan Founder Smart Library Garden Cimahi)












