Bung Hattaberpesan “Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta, tetapi akan bercahaya karena lilin-lilin di desa.” . Kutipan ini mengingatkan bahwa kejayaan bangsa tidak lahir dari gemerlap pusat kekuasaan, melainkan dari cahaya gotong royong yang tumbuh di setiap sudut negeri.
Disinilah koperasi menemukan makna sejatinya : bukan sekadar bangunan ekonomi, tetapi rumah peradaban, rumah demokrasi, ruang persemaian solidaritas dan fondasi pemberdayaan.
Ketika koperasi bertumbuh, kesejahteraan mengakar, nilai-nilai kemanusiaan menguat, dan Indonesia bercahaya dari desa, kampung, hingga kota.
Membangun koperasi memang bukan pekerjaan yang mudah, masih sebagian kecil koperasi di Indonesia dikategorikan maju, tetapi bukan pula sesuatu yang mustahil berkembang, jika terbangun kepercayaan, integritas, profesionalisme, konsistensi, dan semangat gotong royong yang dipelihara dari waktu ke waktu.
Ketika nilai-nilai itu tumbuh di koperasi dan menjadi budaya, koperasi tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga pilar kesejahteraan dan fondasi peradaban.
Tidak ada bangsa yang menjadi besar hanya karena kekuatan modal, tetapi karena kemampuannya membangun kepercayaan, gotong royong, dan kepedulian dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.
Di tengah tantangan kemiskinan, kesenjangan sosial, krisis pangan, dan kerusakan lingkungan, Indonesia membutuhkan gerakan yang tidak hanya menciptakan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan keadilan sosial.

Dalam konteks inilah Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 menjadi lebih dari sekadar seremoni tahunan yang mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”.
Harkopnas mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengembalikan koperasi pada jati dirinya sebagai gerakan ekonomi rakyat, sekolah demokrasi ekonomi, sekaligus instrumen kesejahteraan sosial yang memuliakan manusia dan memperkuat ketahanan masyarakat.
Berharap Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Cimahi tampil sebagai lokomotif transformasi mewujudkan Cimahi kota Koperasi, yaitu kota yang menempatkan koperasi bukan hanya sebagai lembaga usaha semata, tetapi sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dan penggerak kesejahteraan sosial.
Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 pada 12 Juli 2026 bukan sekadar perayaan atas perjalanan panjang gerakan koperasi Indonesia, tetapi merupakan momentum untuk menegaskan kembali bahwa koperasi adalah kekuatan strategis dalam membangun bangsa.
Di tengah tantangan ketimpangan ekonomi, geopolitik, meningkatnya persoalan sosial, ancaman krisis pangan, dan degradasi lingkungan, koperasi dituntut hadir melampaui fungsi konvensional sebagai badan usaha.
Koperasi harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, penguat solidaritas sosial, penggerak inovasi lokal, sekaligus lokomotif pembangunan berkelanjutan.
Dekopinda sebagai mitra strategis pemerintah, memiliki peran strategis untuk menguatkan tata kelola, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia koperasi.
Juga mendorong transformasi digital, memperluas jejaring kemitraan, sekaligus mengintegrasikan koperasi ke dalam agenda pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Pada akhirnya, membangun Cimahi sebagai kota Koperasi bukan sekadar membentuk lebih banyak koperasi, tetapi membangun lebih banyak manusia yang saling percaya, saling menguatkan, dan saling menyejahterakan melalui instrumen koperasi.
Ketika koperasi menjadi budaya, gotong royong menjadi kekuatan, ilmu pengetahuan menjadi cahaya, kepedulian sosial menjadi kebiasaan, dan kelestarian lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, maka sesungguhnya koperasi juga menjadi bagian membangun peradaban unggul.
Cimahi sebagai kota Koperasi dan kota Peradaban, adalah kota yang maju karena ilmunya, sejahtera karena ekonominya, kuat karena gotong royongnya, serta bermartabat karena mampu menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh warganya.
Di sanalah cahaya Indonesia akan terus menyala, bukan hanya dari obor di pusat kekuasaan, melainkan dari ribuan lilin yang menerangi setiap kampung, setiap keluarga, dan setiap hati yang memilih untuk bergotong royong menggerakan koperasi sebagai sokoguru perekonomian.
Dr. Eki Baihaki, M.Si ( Dosen Pascasarjana UNPAS – Dewan Pakar Dekopinda Kota Cimahi )













