Menjadi cendekia Muslim bukan sekadar soal keluasan ilmu atau kecakapan berwacana, sejatinya adalah laku hidup. Seorang insan muslim yang memiliki keberanian untuk memikirkan nasib orang lain, kemanusiaan, dan masa depan semesta.
Buya Hamka memaknai cendekia dengan kalimat yang jernih dan menohok: “orang yang berpikir tidak hanya untuk dirinya.” Insan penggerak peradaban yang menjelma sebagai subjek etis bukan menara gading, insan yang mampu menautkan ilmu, iman, dan amal dalam satu tarikan napas pengabdian.
Makna itulah yang terasa kuat mewarnai Pengukuhan Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Orda Cimahi dan Pemuda ICMI Kota Cimahi, 14 Februari, di Kampus ICMI Orda Cimahi. Hadir Ketua dan Sekretaris ICMI Orwil Jawa Barat, Wakil Wali Kota Cimahi, Ketua DPRD Kota Cimahi, serta para pemangku kepentingan. Diniatkan bukan sekadar seremoni, juga ikrar kolektif: ilmu harus turun tangan, iman harus menumbuhkan kasih, dan organisasi harus berdampak.
ICMI Orda Cimahi memposisikan diri sebagai rumah bersama, yang menaungi para akademisi, pemerintah, komunitas, media, dan dunia usaha. Di rumah ini, perbedaan pandangan politik, profesi, etnis, dan budaya tidak ditumpulkan, tetapi dirajut dalam visi bersama untuk menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, berorientasi pada kemaslahatan umat dan bangsa/
Di tengah kompleksitas problem bangsa yang kian mengemuka, insan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia dipanggil untuk hadir bukan sebagai penonton, melainkan sebagai perekat ukhuwah, penumbuh harmoni sosial, dan penjaga nalar kebangsaan yang beradab yang menautkan iman, ilmu, dan akhlak dalam ikhtiar kolektif demi persatuan, keadilan, dan kemaslahatan bersama.
Amanah itu diterjemahkan ke dalam kerja-kerja nyata lintas divisi
Divisi Dakwah dan Syiar Islam meneguhkan spiritualitas dan akhlak sebagai fondasi peradaban. Program Revitalisasi Magrib Mengaji program kolaborasi bersama MUI Kota Cimahi dan Kadisdik Kota Cimahi, agar program yang ada lebih sistematis dan berdampak, diperkaya insersi kepedulian lingkungan dan gerakan bersih narkotika bersama DLH dan BNN Kota Cimahi.
Melakukan advokasi kebijakan terkait Sertifikasi Wakaf Tanah Masjid, alhamdulilah berbuah kebijakan dengan telah ditetapkan sebagai program Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi Tahun 2026, bersinergi dengan BPN dan Kementerian Agama.
Divisi Kesehatan Holistik dan Bersih Narkotika memulai “Sekolah Lansia Husnul Khotimah”, ikhtiar merawat usia dengan martabat dan kebermaknaan : sehat raga, jernih jiwa, hangat sosial, dan teduh spiritual. Kolaborasi STIKES Budiluhur, PKK Kota Cimahi, komunitas, dan dinas terkait menandai pendekatan holistik yang berakar pada keluarga dan komunitas.
Divisi Pengembangan Potensi Perempuan dan Perlindungan Anak diwujudkan melalui Sekolah ”Perempuan Khodijah”, yang bertumpu pada best practice Pendidikan Perempuan Indonesia (PPI) sebagai model pemberdayaan yang berkelanjutan dan kontekstual untuk meneguhkan perempuan sebagai subjek perubahan, penjaga nilai keluarga, dan pilar keberlanjutan peradaban.

Divisi Lingkungan Hidup, Penguatan Ekologi, dan Kebencanaan menghadirkan Sekolah Ekologi Insan Cendekia Cimahi yang diresmikan pada 21 Februari bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), dan dilanjutkan dengan perkuliahan perdana pada 17 Ramadhan 1447 H (2026).
Program ini diawali dengan peserta didik dari unsur pimpinan kewilayahan : 3 Camat, 15 Kepala Kelurahan, 312 Ketua RW, dan 1.724 Ketua RT se-Cimahi secara luring dan daring. Kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi dan perguruan tinggi serta komunitas pegiat lingkungan.
Di sekolah ekologi sains berjumpa dengan kearifan lokal, iman berpelukan dengan tanggung jawab ekologis, sebagai fondasi pembangunan Cimahi Kota Peradaban. Sebuah visi kota yang menempatkan martabat manusia, keberlanjutan lingkungan, dan tata kelola berkeadaban sebagai arah kemajuan, sekaligus menguatkan ikhtiar menuju Cimahi Zero TPA yang berkelanjutan.
Divisi Perpustakaan dan Literasi menumbuhkan ingatan kolektif dan nalar publik melalui penerbitan buku-buku: 30 Pena Menarasikan Cimahi Kota Peradaban ; buku Lansia Bahagia dan Bermakna, dan buku Komunikasi Kebangsaan Islami. Bissmillah akan diterbitkan saat HUT ke-25 Kota Cimahi, 21 Juni 2026. sekaligus sedang progres lahirnya lembaga penerbitan yang dikelola ICMI.
Divisi Kewirausahaan dan Kesejahteraan Umat merintis pembuatan Batik ICMI sebagai identitas kultural ekonomi yang merepresentasikan nilai keislaman, keilmuan, dan kebangsaan, sekaligus mengembangkan platform toko daring untuk memperkuat ekosistem usaha umat—mendorong kemandirian ekonomi, memperluas akses pasar, dan menumbuhkan kesejahteraan berkeadaban.
Divisi Sosial Budaya dan Kebangsaan berhidmat untuk menganyam kohesi sosial melalui kolaborasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), sebagai ikhtiar mendidik literasi politik, pembauran kebangsaan, kerukunan umat beragama untuk meneguhkan wawasan kebangsaan yang inklusif, beretika, dalam bingkan NKRI
Divisi Humas dan Media membangun komunikasi publik berbasis pentahelix melalui pengelolaan web icmicimahi.id dan kampungcendekia.id, pengembangan program dialog ICMI Talk, serta kolaborasi strategis dengan berbagai media—sebagai ruang partisipasi yang mengundang publik untuk menyumbangkan konten-konten kebaikan, gagasan pencerahan, dan praktik inspiratif bagi kemaslahatan bersama.
Divisi Pemuda, Olahraga, dan Seni menumbuhkan karakter, kreativitas, dan solidaritas sosial melalui pembinaan pemuda, pengembangan olahraga, serta ekspresi seni budaya, yang menjadikan tubuh dan jiwa sebagai ruang pendidikan nilai, etika, dan kebudayaan dan kearifan lokal sebagai pilar peradaban
Pada akhirnya, menjadi cendekia Muslim adalah perjalanan sufistik yang membumi: berpikir melampaui diri, mencintai sesama tanpa syarat, merawat alam sebagai amanah Ilahi, dan berhidmat bagi kemaslahatan bersama.
Ilmu tidak berhenti di kepala sebagai wacana, tetapi mengalir menjadi langkah sebagai pengabdian. Di Cimahi, ikhtiar ini sedang ditatapelan, tekun, dan penuh harap dilandasi kesadaran bahwa jalan cendekia bukanlah panggung gelar, melainkan tirakat panjang: menundukkan ego, mengasah nurani, dan menjemput makna.
Sebab hakikat cendekia adalah menjadi jalan ibadah—jalan sunyi yang menghubungkan ilmu dengan kasih, iman dengan amal, dan manusia dengan peradaban bagi Cimahi, Jawa Barat, dan Indonesia.
Harapan itu disuarakan bersama oleh Ketua ICMI Orwil Jawa Barat, Ketua DPRD Kota Cimahi, serta Wakil Wali Kota Cimahi yang juga bagian dari Dewan Penasihat: agar seluruh jajaran Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Orda Cimahi bergerak serempak menjadi lokomotif perubahan.
Mari bersama menyalakan visi Cimahi Kota Peradaban, kota yang berakar pada spiritualitas, bertumpu pada keilmuan, dan bertumbuh dari kearifan lokal. Mari rawat langkah-langkah ini dengan keikhlasan; sebab peradaban lahir bukan dari gaduh slogan, melainkan dari zikir yang menjelma kerja, doa yang menjadi kebijakan, dan cinta yang berbuah kemaslahatan. Semoga !
Penulis : Dr. Eki Baihaki, M.Si – Sekretaris ICMI orda Cimahi dan Dosen Pascasarjana UNPAS













