Allah SWT mengingatkan bahwa kemuliaan manusia tidak hanya terletak pada ibadah ritual, tetapi juga pada kepedulian terhadap sesama. Rasulullah Muhamad SAW mengingatkan, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad).
Hadis ini menegaskan bahwa keberagamaan menemukan maknanya ketika melahirkan kebermanfaatan sosial. Berhidmat kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) bukan sekadar aktivitas kemanusiaan, melainkan panggilan iman untuk mengembalikan harapan, memulihkan martabat, dan membuka ruang kehidupan yang lebih bermakna bagi setiap warga.
Berangkat dari semangat tersebut, Selasa, 30 Juni 2026, ICMI Orda Cimahi melaksanakan Mudzakarah diskusi strategis bersama Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi, Totong Solehudin, S.Sos.,M.Si, sebagai langkah awal memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).
Pertemuan ini bukan sekadar agenda kelembagaan, melainkan sebuah ikhtiar bersama untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, ditengah gejolak geopolitik dan tantangan ekologi jumlahnya berpotensi meningkan signifikan.
Diskusi tersebut menjadi fondasi untuk mendukung gagasan Pengembangan Kampung Sosial Berbasis Ketahanan Pangan dengan Orientasi Destinasi Wisata, sebuah model pembangunan yang mengintegrasikan pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, dan pengembangan potensi lokal melalui kolaborasi Pentahelix

Berhidmat: Melayani dengan Ilmu dan Kepedulian
Bagi ICMI, berhidmat bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menghadirkan ilmu, gagasan, jejaring, dan aksi nyata yang mampu mengubah kehidupan masyarakat. Pelayanan sosial yang berkelanjutan harus bergerak dari paradigma charity menuju empowerment, dari memberi menjadi memberdayakan.
Karena itu, melalui Program Kampung Cendekia, yang sudah berjalan sekitar satu tahun ICMI Orda Cimahi menyatakan komitmennya untuk mendukung lahirnya Kampung Sosial sebagai model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan sosial, tetapi juga membangun kemandirian warga melalui:
- penguatan ketahanan pangan keluarga;
- pengembangan urban farming;
- peningkatan kualitas sumber daya manusia;
- pengembangan UMKM dan kewirausahaan sosial;
- penguatan literasi dan pendidikan masyarakat;
- serta pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal.
Pendekatan ini sejalan dengan arah pembangunan Kampung Sosial yang mengintegrasikan kesejahteraan sosial, ekonomi, lingkungan, dan pariwisata sebagai satu ekosistem pembangunan masyarakat.
PPKS sebagai Subjek Pembangunan
Sering kali masyarakat memandang PPKS hanya sebagai penerima bantuan. Padahal, setiap individu memiliki potensi yang dapat dikembangkan apabila memperoleh kesempatan, pendampingan, dan lingkungan yang mendukung.
Karena itu, paradigma baru pelayanan sosial menempatkan PPKS sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek pelayanan. Mereka didorong menjadi pelaku usaha, penggerak lingkungan, petani urban, pengelola wisata komunitas, hingga kader sosial yang mampu menginspirasi warga lainnya.
Dalam perspektif ini, kesejahteraan bukan sekadar terpenuhinya kebutuhan dasar, tetapi tumbuhnya rasa percaya diri, harga diri, dan kemampuan untuk berkontribusi bagi masyarakat.
Kolaborasi Pentahelix sebagai Kekuatan Perubahan
Tidak ada satu lembaga pun yang mampu menyelesaikan persoalan sosial sendirian. Oleh karena itu, keberhasilan Kampung Sosial sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi.
Pemerintah menghadirkan regulasi dan kebijakan, akademisi menyumbangkan hasil penelitian dan inovasi, dunia usaha memperkuat melalui CSR dan kemitraan, komunitas menjadi motor penggerak masyarakat, sedangkan media menyebarluaskan praktik-praktik baik agar menginspirasi wilayah lainnya.
Kolaborasi inilah yang menjadikan Kampung Sosial bukan hanya program pemerintah, tetapi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat Kampung Sosial diharapkan menjadi social living laboratory, tempat inovasi, penelitian, teknologi, dan model pemberdayaan diuji serta direplikasi ke wilayah lain di Kota Cimahi.

ICMI Orda Cimahi menyambut baik dan mendukung penuh inisiasi Dinas Sosial Kota Cimahi dalam menggagas Program Kampung Sosial sebagai model pembangunan kesejahteraan masyarakat berbasis kolaborasi.
Gagasan ini merupakan langkah strategis dalam mentransformasikan pelayanan sosial dari pendekatan yang bersifat karitatif menuju pemberdayaan yang berkelanjutan, sehingga Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga tumbuh sebagai individu yang mandiri, produktif, dan berdaya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sinergi Program Kampung Cendekia yang dikembangkan ICMI Orda Cimahi dengan Program Kampung Sosial yang diinisiasi Dinas Sosial Kota Cimahi.
Kampung Cendekia hadir sebagai wadah kolaborasi Pentahelix yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kepedulian lingkungan, serta pelestarian kearifan lokal.
Melalui sinergi ini, Kampung Sosial diharapkan berkembang tidak hanya sebagai pusat pelayanan kesejahteraan sosial, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran masyarakat, penguatan ketahanan pangan, pengembangan urban farming, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan ekonomi dan wisata berbasis potensi lokal.
Bagi ICMI Orda Cimahi, kolaborasi ini merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan visi Cimahi Kota Peradaban, yaitu kota yang dibangun di atas fondasi spiritualitas yang kuat, pendidikan yang mencerahkan, kesejahteraan yang berkeadilan, kearifan lokal yang lestari, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Karena itu, Kampung Sosial dan Kampung Cendekia dipandang sebagai dua gerakan yang saling menguatkan dalam membangun masyarakat yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan sejahtera melalui semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor.
Mewujudkan Cimahi Mantap melalui Pemberdayaan
Program Kampung Sosial secara langsung mendukung visi pembangunan Cimahi MANTAP (Maju, Agamis, Nyaman, Teladan, Aman, dan Produktif). Melalui kolaborasi lintas sektor, pemberdayaan masyarakat, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan potensi lokal, Kampung Sosial diharapkan menjadi model pembangunan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Kota Cimahi.
ICMI Orda Cimahi meyakini bahwa pembangunan terbaik adalah pembangunan yang memuliakan manusia. Ketika ilmu bertemu kepedulian, ketika kebijakan bertemu aksi nyata, dan ketika kolaborasi menjadi budaya, maka masyarakat yang mandiri dan sejahtera bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan kenyataan yang dapat diwujudkan bersama.
Sebab pada akhirnya, berhidmat adalah menghadirkan manfaat. Kolaborasi adalah jalan. Pemberdayaan adalah tujuan.
Semoga sinergi antara Dinas Sosial Kota Cimahi dan ICMI Orda Cimahi menjadi amal kebajikan yang terus mengalir manfaatnya, sekaligus menjadi langkah strategis dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif, berkeadilan, berdaya, dan berkelanjutan menuju Cimahi MANTAP.
Dr. Eki Baihaki, M.Si Dosen Pascasarjana UNPAS, Sekretaris ICMI orda Cimahi dan salah satu Penggasan Kampung Cendekia.












