Di tengah riuh kota yang terus tumbuh dan persoalan sampah yang kian menumpuk, kita dihadapkan pada sebuah pilihan: bertahan dalam pola lama, atau berani melangkah menuju perubahan.
Dalam bahasa sufistik “Alam adalah cermin dari keadaan batin manusia.” jika bumi rusak, barangkali ada yang retak dalam diri kita dalam cara kita memandang alam dan kehidupan.
Gerakan peradaban Ibadah Ekologi yang diinisiasi ICMI orda Cimahi adalah upaya menghidupkan kembali kesadaran ekologis dengan menghubungkan ilmu pengetahuan dengan keimanan, dan menerjemahkannya dalam tindakan nyata.
Program Cimahi Zero TPA & Urban Farming dikembangkan sebagai jalan peradaban. Jalan yang mengajak kita mengubah cara pandang: dari membuang menjadi mengelola, dari konsumtif menjadi produktif, dari abai menjadi peduli terhadap lingkungan.
Perubahan dapat dimulai dari kesadaran kecil yang tumbuh di rumah-rumah kita. Dari memilah sampah dari sumbernya, dari mengolah sisa dapur menjadi kompos, hingga menghidupkan lahan sempit menjadi sumber pangan.
Dari kesadaran inilah peradaban baru bertunas : dari tindakan sederhana yang dilakukan dengan kesadaran dan ketulusan disebarkan dan dinyalakan.
Menjadi penggerak peradaban ekologi berarti melampaui sekadar partisipasi. Ia adalah panggilan untuk menjadi teladan. Bukan hanya ikut bergerak, tetapi menggerakkan.

Bukan hanya peduli, tetapi menghadirkan bukti. Karena sejatinya, perubahan sosial selalu dimulai dari mereka yang berani memberi contoh, sekecil apa pun langkahnya.
Gerakan ibadah ekologi juga menemukan makna spiritualnya bahwa setiap upaya menjadi penggerak ekologi, Insyaallah menjadi amal jariyah kebaikan yang tidak terputus dan bagi kesejahteraan anak cucu kita
Setiap sampah yang dikelola, setiap tanaman yang tumbuh, setiap kesadaran yang dinyalakan adalah investasi kebaikan yang melampaui waktu, menghadirkan multi level pahala bagi yang menjalankannya.
Kesadaran inilah yang sedang dibangun ICMI Orda Cimahi, bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bersama MUI dan ormas keagamaan untuk mengajak seluruh komponen strategis Cimahi menjadi penggerak ibadah ekologi.
Selain mengajak untuk berkomitmen dan menjadi bagian solusi. ICMI orda Cimahi juga menyiapkan bimbingan teknis kepada masyarakat melalui Sekolah Ekologi Insan Cendekia.
Insyaallah tidak berhenti pada edukasi, gerakan ini juga akan melakukan penempelan stiker “Rumah Tuntas Organik & Urban Farming” sebuah simbol komitmen bahwa perubahan benar-benar dimulai dari rumah.
Namun kita menyadari, jalan menuju peradaban ekologi bukanlah jalan yang mudah. adalah panjang, terjal, dan kerap sunyi dari sorotan dan tak jarang disalahpahami.
Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa perubahan perilaku tidak bisa dibangun secara instan. Ia membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan keteladanan lintas generasi.
Tetapi justru di situlah maknanya: program ini bukan program jangka pendek, melainkan Gerakan mewujudkan Cimahi kota peradaban, kota berbasis spiritual, pendidikan dan kota peduli lingkungan.
Cimahi hari ini memiliki peluang besar untuk menjadi pelopor bukan hanya dalam pengelolaan sampah, tetapi dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.
Sebuah gerakan yang mengintegrasikan nilai, ilmu, dan aksi. Yang melibatkan pemerintah, akademisi, tokoh agama, komunitas, hingga keluarga sebagai simpul perubahan.
Pada akhirnya, pertanyaan mendasar yang harus kita jawab bukan lagi sekadar berapa banyak sampah yang bisa dikurangi, tetapi peradaban seperti apa yang ingin kita wariskan.
Apakah peradaban yang meninggalkan krisis, atau peradaban yang menumbuhkan kehidupan? Jawaban itu ada pada langkah kita hari ini.
Riset terhadap 13 kabupaten/kota di sepanjang aliran Sungai Citarum menunjukkan bahwa hingga kini belum banyak Pemkab dan Pemkot yang serius menjalankan upaya pengelolaan lingkungan secara terstruktur, sistemik, dan masif, umumnya masih terjebak sekedar ”projek” kumpul-angkut-buang, solusi hilir bukan hulu.
Mari bergabung dan menjadi bagian dari gerakan ini. Ajak keluarga, sahabat, dan lingkungan sekitar untuk ikut terlibat. Sebarkan semangatnya, hidupkan aksinya.
Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Mari kita nyalakan Ibadah Ekologi dengan kesadaran, dengan aksi nyata, dan dengan keteladanan.
Bukan sekadar ikut, menulis sejarah untuk menggerakkan peradaban. Bismillah, semoga dimudahkan.
Penulis : Dr. Eki Baihaki, M.Si – Dosen Pasca Sarjana UNPAS, Ketua Citarum Institute dan Sekretaris ICMI orda Cimahi.












