Selasa, Februari 10, 2026
  • Login
ICMI Cimahi
  • Divisi Dakwah
  • Kewirausahaan & Kesra
  • LH & Kebencanaan
  • Kesehatan Holistik
  • Pemuda, Olga & Seni
  • Perempuan & Anak
  • Perpustakaan & Literasi
No Result
View All Result
ICMI Cimahi
  • Divisi Dakwah
  • Kewirausahaan & Kesra
  • LH & Kebencanaan
  • Kesehatan Holistik
  • Pemuda, Olga & Seni
  • Perempuan & Anak
  • Perpustakaan & Literasi
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
ICMI Cimahi
No Result
View All Result

Sampah, adalah Cermin Spiritualitas Kita !

Kampung Cendekia by Kampung Cendekia
Juni 14, 2025
in Peduli Lingkungan
0 0
0
Home Artikel Peduli Lingkungan

Penulis : Dr. Eki Baihaki, M.Si
Dosen Pascasarjana UNPAS – Sekretaris ICMI orda Cimahi

“Kampung Cendekia bukan hanya tempat belajar, juga tempat merefleksikan nilai nilai peradaban dan membangun peradaban dari hal-hal kecil yang sering kita anggap remeh – seperti sampah.”

SAMPAH bukan hanya persoalan teknis keseharian, tetapi juga mencerminkan kesadaran dan spiritualitas manusia. Bagaimana seseorang memperlakukan sampah menunjukkan sejauh mana ia menghargai kebersihan, ketertiban, dan tanggung jawab terhadap sesama makhluk dan lingkungan.

Mengelola sampah semestinya tidak hanya didorong oleh aturan, tetapi juga dilandasi oleh nilai spiritual. Hadis Nabi menyebutkan, “At-thuhūru syatrul īmān” — kebersihan adalah sebagian dari iman. Bahkan membuang duri dari jalan dipuji sebagai amal yang dicintai Allah. Al-Qur’an menegaskan bahwa manusia adalah khalifah di bumi (QS. Al-Baqarah: 30) dan dilarang membuat kerusakan (QS. Al-A’raf: 56). Larangan israf (berlebihan) dan perintah untuk tidak merusak bumi.

Maka, pengelolaan sampah bukan hanya tindakan fisik, tapi bagian dari tanggung jawab spiritual.
Dalam ajaran Hindu dikenal prinsip Ahimsa (tidak menyakiti makhluk hidup), yang juga berlaku terhadap lingkungan. Umat Kristen memiliki kewajiban untuk melakukan apa pun yang mereka bisa untuk memastikan bahwa mereka bertanggung jawab terhadap lingkungan. Maka jika membuang sampah sembarangan dianggap “dosa ekologis”, hakekatnya adalah bentuk pelanggaran terhadap nilai-nilai iman.

Belajar dari Jepang, sampah adalah cermin etika, Jepang dikenal sebagai negara yang sangat bersih. Jalan-jalan di Tokyo, Osaka, dan Kyoto tetap rapi meskipun tempat sampah sangat sedikit. Rahasianya bukan pada teknologi, tetapi pada kesadaran kolektif yang dibentuk sejak kecil. Sampah adalah tanggung jawab pribadi setiap warga negara Jepang

Di sekolah-sekolah Jepang, anak-anak diajarkan untuk membersihkan kelas dan memilah sampah sendiri. Ini bukan sekadar pembiasaan, melainkan pendidikan karakter. Mereka mengenal konsep “mottainai” — ungkapan berdimensi spiritual yang berarti “sayang jika disia-siakan”. Prinsip ini membuat mereka enggan membuang makanan, barang bekas, bahkan energi secara berlebihan.

Baca Juga  Tragedi Leuwigajah dan Komitmen Cimahi "Zero TPA"

Bagi masyarakat Jepang, kebersihan adalah bagian dari kehormatan pribadi dan sosial. Membuang sampah sembarangan dianggap sebagai tindakan tidak bermoral. Di banyak daerah di Indonesia, sebenarnya sudah lama ada kearifan lokal dalam menjaga lingkungan. Di Sunda, dikenal ungkapan “resik, rapih, cageur, bener” — bersih adalah bagian dari hidup ideal.

Di Bali, filosofi Tri Hita Karana menekankan keharmonisan antara manusia dan alam. Di berbagai kampung, gotong royong membersihkan lingkungan adalah tradisi rutin. Namun sayangnya, modernisasi seringkali meminggirkan nilai-nilai ini. Kearifan lokal perlu dihidupkan kembali, disesuaikan dengan konteks kekinian, dan dijadikan bagian dari solusi pengelolaan sampah tuntas di tempat.

Mengelola sampah seharusnya bukan hanya tugas pemerintah semata, melainkan gerakan nilai dan kesadaran spiritual. Kita perlu membangun budaya bersih dari dalam — dari hati, dari iman, dari nilai-nilai hidup bersama yang dipraktekan.

Bayangkan jika setiap rumah tangga memilah sampah karena merasa itu bagian dari ibadah. Bayangkan jika setiap sekolah menjadikan “sampah” sebagai pendidikan karakter. Dan bayangkan jika masjid, gereja, pura, dan wihara menjadi pusat gerakan sadar sampah. Kita tidak hanya akan melihat lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga masyarakat yang lebih beradab.

Krisis sampah yang kita hadapi hari ini bukan hanya masalah teknologi atau regulasi. Ini adalah krisis nilai. Sudah waktunya kita mengelola sampah bukan hanya dengan tangan, tapi juga dengan hati dan keyakinan. Karena sejatinya, cara kita memperlakukan sampah adalah cermin dari kualitas spiritualitas kita.

Sampah bukan sekadar urusan teknis atau masalah kebersihan lingkungan. Ia adalah cermin dari cara pandang, kesadaran, bahkan spiritualitas manusia terhadap kehidupan dan alam sekitarnya. Cara seseorang memperlakukan sampah menunjukkan sejauh mana ia memahami tanggung jawab moral dan etis sebagai bagian dari masyarakat dan ciptaan Tuhan.

Baca Juga  Sampah, Politik & Hari Lingkungan Hidup

Di balik tumpukan sampah yang tampak remeh, tersembunyi potret spiritualitas manusia. Ketika seseorang membuang sampah sembarangan, sesungguhnya ia sedang mencerminkan kealpaan terhadap tanggung jawab sosial dan spiritual. Sebaliknya, ketika seseorang memilah sampah, mengurangi konsumsi berlebihan, dan menjaga lingkungan, ia sedang menunjukkan ketakwaan dalam tindakan nyata.

Menghadapi krisis sampah dan kerusakan lingkungan, kita perlu melihat ke dalam: menggali kembali nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal yang menanamkan kesadaran ekologis. Kita tidak kekurangan contoh — baik dari dunia luar , maupun dari rumah kita sendiri seperti budaya Sunda, Bali, Baduy dan masyarakat adat lainnya.

Saat ini yang kita butuhkan adalah kemauan untuk menjadikan nilai spiritual yang berdimensi ekologis sebagai gaya hidup. Karena pada akhirnya, cara kita memperlakukan sampah adalah cerminan dari siapa kita, apa yang kita yakini, dan bagaimana kita bertanggung jawab terhadap masa depan anak cucu kita.

ShareTweet
Kampung Cendekia

Kampung Cendekia

Next Post
Metode Pengobatan Nabi

Metode Pengobatan Nabi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Buku Panduan Kampung Cendekia Cimahi

Buku Panduan Kampung Cendekia Cimahi

Juni 4, 2025
RW 25 Cibabat ”RW Kampung Cendekia” Penggerak Peradaban Peduli Lingkungan

RW 25 Cibabat ”RW Kampung Cendekia” Penggerak Peradaban Peduli Lingkungan

Juli 18, 2025
Paguyuban Pasundan Penggerak Jatidiri Peradaban Sunda

Paguyuban Pasundan Penggerak Jatidiri Peradaban Sunda

Juli 21, 2025
Kampung Cendekia RW 14 Kelurahan Baros: Keberagaman yang Menyatukan

Kampung Cendekia RW 14 Kelurahan Baros: Keberagaman yang Menyatukan

Juni 8, 2025
Kolaborasi Mewujudkan Kampung Cendekia Cimahi

Kolaborasi Mewujudkan Kampung Cendekia Cimahi

0
FGD Penguatan “Program Magrib Mengaji”Kolaborasi ICMI dan MUI Kota Cimahi

FGD Penguatan “Program Magrib Mengaji”Kolaborasi ICMI dan MUI Kota Cimahi

0
Kampung Cendekia Mendukung “Cimahi Zero TPA”

Kampung Cendekia Mendukung “Cimahi Zero TPA”

0
Hukum Anti Korupsi

Hukum Anti Korupsi

0

Your Guide to Canggu’s Hottest Street: The Essential Batu Bolong

Januari 10, 2026

6 Perfect places to watch the sunrise in Bali while you honeymoon

Januari 9, 2026

10 Summer Safety Tips For Water Sports Adventurers

Januari 8, 2026

Expert Tips: How To Become A Professional Travel Blogger

Januari 7, 2026
ICMI Cimahi

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc.

Read more

Categories

  • Artikel
  • Bersih Narkoba
  • Greeting
  • Info Cendekia
  • Kabar
  • Kesehatan Holistik
  • Magrib Mengaji
  • Peduli Lingkungan
  • Pembauran Kebangsaan
  • Photo
  • Pojok Literasi
  • Pustaka Cendekia
  • Uncategorized
  • Video
  • Video Cendekia

Tags

Artikel Backpacker Food Gear Makan Siang Bergizi Palestina Prabowo Subianto Resources Solo Travel Tips Trip Plan

Recent News

Your Guide to Canggu’s Hottest Street: The Essential Batu Bolong

Januari 10, 2026

6 Perfect places to watch the sunrise in Bali while you honeymoon

Januari 9, 2026

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Divisi Dakwah
  • Kesehatan Holistik
  • Perempuan & Anak
  • Kesra
  • Pemuda, Olga & Seni
  • Literasi
  • LH
  • Kebangsaan
  • Humas

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In